November 29, 2020

Meadowlandscc.com

Berita Kriminal Dari Belahan Dunia

Tingkat Kriminalitas Surabaya Meningkat di Tengah Pandemi Corona Virus

Di tengah masa pandemi Covid-19 virus ini yang mana upaya yang harus dilakukan adalah berdiam di rumah. Di Surabaya malah tingkat angka kriminalitasnya meningkat tajam. Bahkan tingkat kriminalitas kota Surabaya merupakan tingkat kriminalitas tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Tingginya angka kriminalitas tersebut terlihat dari hasil Operasi Sikat Semeru pada tahun 2020 yang dilakukan oleh Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya. Operasi targetnya merupakan aksi kriminal seperti penucurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, serta debt collekctor. Hal ini merupakan ungkap kasus terbanyak dijajaran Polda Jatim. Operasi ini dilakukan untuk pemberantasan kejahatan di kota Surabaya jelang Pilwali Surabaya.

Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, yaitu Komisaris Besar Johnny Eddizon Isir mengatakan meski di tengah hal pandemi Covid-19 ini tidak menyurutkan langkah polisi untuk menjaring pelaku tindak pidana kejahatan kriminal. Tercatat sudah ada 494 kasus dan 381 tersangka yang sudah diringkus oleh Polrestabes Surabaya dan Polsek jajarannya.

“Ini merupakan ungkap kasus terbanyak dijajaran Polda Jatim. Operasi ini merupakan pemberantasan kejahatan di Surabaya jelang Pilwali Surabaya,” ucapnya saat jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya, pada Selasa (21-07-2020).

Isir juga telah mengaku dari 494 kasus yang diungkap tersebut, petugas menembak mati 2 pelaku kejahatan di kota Surabaya karena berusaha untuk melawan. Target operasi di tingkat Polrestabes Surabaya ini dengan pencapaian 15 Target Operasi (TO), dan 145 kasus non target operasi.

“Sedangkan untuk polsek, kata Isir tidak ada kasus TO dan ada 334 kasus non TO. Untuk Presentase ungkap untuk Polrestabes 100 Persen,” ucap tuturnya.

Kriminalitas di kota Surabaya ini paling banyak diungkap oleh unit resmob Polrestabes Surabaya. Di mana adanya 81 kasus dan menangkap 72 tersangka. Sedangkan untuk tingkat polsek, terbanyak adalah di wilayah Rungkut sebanyak 25 kasus dengan 19 tersangka.

Untuk Polsek yang paling sedikit ungkap kasus adalah Polsek Dukuh Pakis dengan jumlah kasus sebanyak 9 kasus dan menangkap 6 tersangka.

Mantan Kapolsek Karang Pilang itu juga menyebutkan untuk kasus curat dengan modus operandi antara lain merusak, mencongkel dan memanjat rumah korban. Sedangkan untuk curas, modusnya bacok, merampas dengan paksa, mengancam dan memukul. Barang bukti yang diamankan untuk kasus kendaraan bermotor roda empat ada 4 unit dan roda dua ada 101 unit. Untuk peralatan elektronik ada 116 Ponsel, 2 laptop, 2 TV, 2 speaker, 1 kompor gas, 1 bor listrik dan 1 kipas angin. Sedangkan perhiasan terdapat 8 gelang emas, 3 untai kalung.

Polisi juga mengamankan barang bukti kunci palsu dan kunci T 16 kunci T, 13 kunci palsu, 4 kunci pas, 7 buah anak kunci, 2 buah kunci magnet dan kunci L sebanyak 4 buah. Untuk barang bukti lain-lainnya, jelas Isir, ada 396 pakaian, 2 ban mobil, 1 gunting baja, 1 tang, 21 koli vapor, 2 buah obeng, 8 sepatu, 7 rekaman CCTV, bahkan 11 gram sabu-sabu.

Barang bukti penyalahgunaan senpi atau sajam yang diamankan barang bukti antara lain 2 buah senpi, 101 amunisi, 3 bondet, 33 bilah dan 1 softgun. “Kami juga mengamankan barang bukti surat berharga antara lain 8 STNK, 3 SIM,6 ATM, 8 KTP, 2 nota pembelian. Kami juga telah mengamankan sepeda gayung ada 6 unit,” ucapnya.