Komedian Nurul Qomar Resmi di Tahan!

Komedian Nurul Qomar resmi menjalani sanksi di Lembaga Kemasyarakatan Kelas-IIB terkait kasus pemalsuan dokumen sarjana-2 (S-2) dan (S-3) sebagai salah satu syarat menjadi rektor di Universitas Muhadi Setiabudhi (Umus) Brebes, Jawa Tengah.

Tidak hanya terkait pemalsuan dokumen, komedian Nurul juga terlibat dengan beberapa daftar poker online indonesia sebagai member yang aktif bermain. Hal tersebut membuat dirinya kini harus berurusan dengan pihak berwajib.

Kepala Seksi Pidana Lazim Kejaksaan Negeri Brebes, Adhi Hermawan Bolifar di Brebes, Kamis, mengatakan Nurul Qomar, sebelum resmi dibendung di Lapas Kelas IIB Brebes dijalankan percobaan cepat sebagai upaya pencegahan virus corona jenis baru (COVID-19).

Nurul di ciduk pihak kepolisian pada saat melakukan Daftar Ibcbet di dalam kamar pribadinya di kawasan Jakarta Selatan.

“Alhamdulillah setelah dijalankan percobaan cepat, ternyata walhasil nonreaktif. Tes cepat COVID-19 dijalankan sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan Lapas Kelas-IIB,” katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan situasi terpidana Nurul Qomar diucapkan sehat untuk menjalani penahanannya sehingga ia lantas menjalani sanksi di Lapas Kelas-II B.

“Terpidana kami usulan ke Lapas Kelas-IIB Brebes dan resmi telah menjadi warga binaan di lapas,” katanya.

Terpidana Nurul Qomar mengaku dirinya mendapatkan keputusan yang dilayangkan kepadanya.

PK hingga Grasi

Kendati demikian, kata ia, dirinya masih mempertanyakan permintaan permohonan untuk mengecek kebenaran barang bukti yang ada di Mahkamah Agung (MA) yang saat ini belum dijalankan.

“Permohonan kami cuma, ini barang bukti valid atau abal-abal. Untuk menentukan barang bukti abal-abal atau tidak semestinya dicek ke laboratorium forensik, dan itu tidak pernah dijalankan,” katanya.

Qomar mengaku mendapatkan keputusan ini dengan bersuka ria hati karena keluarganya juga telah “Namun, aku terima keputusan ini dengan bersuka ria hati. Keluarga telah siap mental dan mindset (terkait putusan itu, red.),” katanya.

Padahal telah mendapatkan keputusan sanksi ini, Nurul Qomar mengaku akan mencari kans dan menjalankan upaya lain secara estafet sesuai prosedur.

“Nanti kuasa undang-undang akan menjalankan peninjauan kembali. Terakhir meminta ampunan dan grasi ke Presiden,” kata Qomar.

Ketua Yayasan Universitas Muhadi Setiabudi mengaku menghormati keputusan hal yang demikian dan akan menyerahkan kasus ini sepenuhnya pada pihak memiliki wewenang.

“Saya akan menghormati undang-undang yang berlaku. Ini kan telah ternyata, dunia pendidikan buat main-main,” katanya.

Vonis 17 Bulan untuk Komedian Nurul Qomar

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada sidang putusan kasus dugaan surat keterangan palsu (SKP) memvonis komedian Nurul Qomar 17 bulan penjara, Senin, 11 November 2020.

Seperti dikabarkan Antara, Vonis 1 tahun 5 bulan yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Sri Sulastuti ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Lazim (JPU) ialah 3 tahun penjara melalui Situs Poker Online Resmi.

Atas putusan hal yang demikian, terdakwa Nurul Qomar melalui regu kuasa undang-undangnya lantas menyuarakan banding sedang JPU menyuarakan pikir-pikir atas putusan hal yang demikian.

Ketua Majelis Hakim Sri Sulastuti pada amar putusannya menyuarakan bahwa terdakwa Nurul Qomar diucapkan ternyata bersalah melanggar Pasal 263 ayat 2 perihal Pemalsuan Surat dan menjatuhi sanksi 1 tahun 5 bulan penjara, serta mewajibkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp2.000.

Qomar sebelumnya didakwa memalsukan surat keterangan lulus S-2 dan S-3 saat mendaftar menjadi Rektor Universitas Muhadi Setyabudi (UMUS) Brebes pada 2017.

Berakhir pembacaan putusan, terdakwa Nurul Qomar menyuarakan banding atas putusan hal yang demikian.

Sidang Dihadiri Personel 4 Sekawan

“Kami menghormati putusan hakim. Akan melainkan, kami tidak sepakat dengan putusan hakim hal yang demikian sehingga mengajukan banding,” ujarnya.

Menurut ia, atas banding yang diajukan hal yang demikian, dirinya tidak dijalankan penahanan sehingga dirinya masih bisa berkegiatan di luar seperti syuting dan menghadiri pengajian.

“Seandainya soal banding silakan (tanya) ke regu advokat aku. Lazim terang berkas banding lantas kami buat,” sebutnya menegaskan.

Jaksa Penuntut Lazim (JPU) Andhy Hermawan Bolifar mengatakan pihaknya pikir-pikir atas putusan hal yang demikian. “Seandainya kami masih pikir-pikir,” katanya.

Pada sidang putusan yang digelar di ruang sidang Cendana PN Brebes ini juga dihadiri oleh sejumlah member pelawan Empat Sekawan seperti Ginanjar, Eman, dan Memet.

Polisi Menangkap Kelompok Intoleran di Solo

Tim Gabungan Polres Kota Surakarta bersama Direktorat Reserse Kriminal Biasa (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah sekarang mulai menerima titik jelas otak pelaku kekerasan oleh kategori intoleran di Kampung Metodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo.

Kepala Polres Kota Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjutak di Mapolresta Surakarta, Kamis, menyatakan dari hasil keterangan enam tersangka aksi kekerasan hal yang demikian telah mengerucut terhadap pelaku yang menjadi pelopornya.

“Tersangka berinisial BD, warga Solo, diduga menjadi otak pelaku dari aksi kekerasan oleh kategori intoleran itu, meskipun MM, MS, ML, dan RN, dan S diduga terlibat menjalankan pengeroyokan, penganiayaan, dan perusakan, bagus orang maupun barang,” kata Kapolres, dikutip Antara.

Kapolres membeberkan sebuah ajakan untuk menjalankan aksi kekerasan dan ancaman kekerasan dilakukan melalui grup WhatsApp (WA) kategori intoleran itu.

Tersangka BD kemudian mengajak sebagian orang atau pelaku lainnya mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP) di Kampung Metodranan Pasar Kliwon. Kemudian terjadi komando untuk menjalankan aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap orang maupun barang.

“Tersangka BD ini sebagai admin WA di grup mereka. BD berperan mengawali menjalankan ajakan, hasutan di grup WA terhadap member di kategori grup itu,” kata Kapolres.

12 Terduga Pelaku Kekerasan di Solo

Sebelumnya, Tim gabungan Polres Kota Surakarta bersama Direktorat Reserse Kriminal Biasa (Ditreskrimum) Polda Jateng menangkap dua orang terlibat aksi kekerasan oleh kategori intoleran di Kampung Metodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Tambahan dua orang yang ditangkap oleh tim gabungan berisial S alias J dan An alias H, keduanya warga Solo, ditangkap di tempat Klaten, Kamis, sekitar pukul 02.15 WIB.

Berdasarkan Kapolres, penangkapan dua orang hal yang demikian di tempat Klaten sehingga seluruhnya sekarang sebanyak 12 orang dan delapan di antaranya ditetapkan tersangka.

Kedua pelaku S dan An hal yang demikian sempat melarikan diri ngumpet di sebagian tempat antara lain, Karanganyar kemudian ke Yogyakarta dan walhasil ditangkap di Klaten.

Bahkan, pelaku dalam pelariannya sempat menyamarkan diri dengan memotong rambutnya agar tak bisa diidentifikasi oleh petugas kepolisian.

Kedua pelaku hal yang demikian, kata Kapolres, dikala ini, dibendung Mapolreta Surakarta, sehingga totalnya yang statusnya tersangka menjadi delapan orang. Dari delapan tersangka ini, lima orang di antaranya, berkasnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Kami kasus aksi kekerasan ini, telah menangkap 12 orang, dan delapan orang di antaranya, statusnya tersangka, empat masih didalami,” kata Kapolres.

Polisi kembali menangkap satu orang pelaku dari kategori intoleran yang menyerang acara hajatan di Mertodranan, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Pelaku hal yang demikian ditangkap di Pacitan, Jawa Timur itu berperan sebagai pencetus massa untuk menyerang acara midodareni putri Habib Umar Assegaf di Solo.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjutak mengatakan tim gabungan yang terdiri dari Polresta Solo dan Ditreskrimum Polda Jawa Tengah telah sukses menangkap satu orang tersangka berinisial S. Kini, pelaku yang terlibat dalam tindakan anarkis itu telah dibendung di rumah tahanan Polresta Solo.

Kasus Pembunuhan Anak Paling Sadis

Kriminalitas adalah hal yang banyak terjadi di seluruh dunia. Tentunya ada kasus kriminal yang sangat sadis di dunia dan tentu saja membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Tidak sedikit kasus yang terjadi menimpa anak-anak di bawah umur. Hal ini karena lebih mudah untuk menculik anak-anak di bandingkan orang dewasa.

Kasus Pembunuhan Anak Paling Sadis

Kasus Pembunuhan Anak Paling Sadis

Karena mudahnya penculikan kepada anak-anak tidak heran banyak kasus kriminalitas yang menimpa banyak bocah di seluruh dunia. Ada beberapa kasus kriminalitas yang membuat banyak orang geger diantaranya adalah sebagai berikut.

Kasus Etan Patz

Pada Jumat, 25 Mei 1979, untuk pertama kalinya Etan Patz tidak diantarkan ke Halte Bus yang jaraknya 2 Blok dari rumahnya. Di saat itupula dia menghilang dan tidak pulang ke rumah. Ibu Kandung dari Etan juga sempat menghubungi sahabat baik Etan namun, dari informasi yang di dapatkan di hari itu Etan tidak masuk ke sekolah. Nah, kasus ini adalah kasus penculikan yang masih menjadi misteri dan dibuka kembali pada tahun 2010.

James Patrick Bulger

Kejadian ini sangat menggemparkan Inggris di kala itu. Hal tersebut karena Robert Thompson dan Jon Venables yang masih 10 tahun melakukan kriminal dengan mencuri James Patricj Bulger yang masih 2 tahun di pusat pembelajaan yang dekat dengan casino poker ceme yang ada di kota tersebut. Kedua bocah tersebut dinyatakan sangat bersalah atas pembunuhan yang dilakukan dan sekaligus menjadikan mereka sebagai pembunuh termuda dalam sejarah di Inggris. Dari CCRV yang ada di pust pembelanjaan digambarkan 2 bocah tersebut sedang mengamati james. Nah, setelah mereka mencuri anak james robert dan Jon menyiksa dan menghabisi nyawa james. Dalam hasil otopsi James mengalami 10 keterakan di tengkoraknya karena benturan dengan besi seberat 10kg.

Kasus Angeline

Kasus Angeline adalah kasus yang termasuk sadis di Indonesia. Kejadian kriminal ini terjadi di Sanur, Bali. Dimana anak kecil yang berusia 8 tahun ini dibunuh oleh Ibu angkatnya yang kecanduan bermain slot online. dengan bantuan pembantunya. Mayat anak kecil ini di kuburkan di kandang ayam dengan kotorannya. Kecurigaan mulai terjadi ketika para guru Angeline berkunjung ke rumah Ibu angkatnya yang bernama Margaretha Magawe. Para guru melihat ada sebuah gundukan tanah yang sangat mencurigakan di kandang ayam tersebut dan kemudian di laporkan ke polisi. Sejauh ini, diketahui motif pembunuhan dikarenakan warisan.

Kasus Yuyun

Bocah yang bernama Yuyun berumur 14 tahun bernasib Naas ketika berangkat ke sekolah. Hal ini karena dia harus menempuh 1.5 km dan melewati kebun karet yang sangat sepi. Di saat itulah dia bertemu dengan 14 pelaku yang menganiayanya serta memerkosanya. Setelah di perkosa mayat Yuyun dibuang ke jurang sedalam 5 meter dan ditutupi daun. Menurut hasil visum Yuyun sudah dalam keadaan meninggal saat pemerkosaan berlangsung.

Itulah kasus yang sangat sadis dan menimpa bocah di Indonesia ataupu dunia. Semoga saja dengan berbagai kasus yang terjadi bisa membuat orang tua waspada dan selalu menjaga buah hati mereka.